Batusangkar, 30 Juli 2025 – Fakultas Tarbiah dan Ilmu Pendidikan (FTIK) UIN Mahmud Yunus Batusangkar mengadakan FTIK Expo on Research Result (FERR) series 5 bertajuk “Tadris Biologi Meneliti” bersama dua narasumber yang handal dengan lima hasil penelitian, tiga diantaranya sudah publish pada jurnal bereputasi nasional dan internasional. Kegiatan FERR merupakan kegiatan yang rutin diadakan oleh FTIK sekali dua minggu secara bergiliran masing-masing prodi dengan tujuan meningkatkan publikasi ilmiah, menciptakan kolaborasi civitas akademika dalam bidang penelitian, menjadi wadah inspirasi ide peneliti, dan pemenuhan instrumen akreditasi. Kegiatan ini dibuka oleh Dr. Ridwal Trisoni, S.Ag., M.Pd., selaku Dekan FTIK dan dihadiri oleh civitas akademika mulai dari wakil dekan, dosen, dan mahasiswa baik dari dalam maupun luar FTIK.
Narasumber pertama Diyyan Marneli, M.Pd., dan tim mengelaborasi tiga penelitiannya. Penelitian pertama yang berjudul “Pengembangan Lembar Kerja Peserta Didik Elektronik (E-LKPD) Berbasis Science Talk-Whiting Heuristik (STWH) untuk Membangun Keterampilan Argumentasi Ilmiah” menawarkan solusi terhadap rendahnya kemampuan siswa dalam menyusun argumen ilmiah yang logis, berbasis data, dan disertai penalaran yang kuat. Pengembangan Lembar Kerja Peserta Didik Elektronik berbasis Science Talk-Whiting Heuristik (STWH) dengan pendekatan berbicara ilmiah (science talk) membantu siswa membangun pemahaman konsep melalui dialog aktif dan reflektif, bukan hanya melalui ceramah atau hafalan. Pendekatan ini dikaitkan dengan Heuristik Whiting, yang menekankan pembelajaran berbasis dialog dan penggunaan pertanyaan terbuka untuk mendorong berpikir kritis dan eksplorasi konsep ilmiah.
Pada penelitian kedua dengan judul “Pengembangan Media Video Berbasis Powtoon dan Discovery Learning pada Materi Keanekaragaman Hayati Kelas X di SMAN 1 Batusangkar” Diyyan Marneli, M.Pd., menyatakan bahwa media ini dapat meningkatkan minat belajar, keterlibatan aktif, serta pemahaman siswa terhadap materi keanekaragaman hayati. Integrasi antara animasi edukatif dan pendekatan pembelajaran aktif terbukti mampu menciptakan suasana belajar yang lebih menarik dan bermakna. Bahkan hasil validasi menunjukkan bahwa media video berbasis Powtoon layak digunakan, baik dari segi isi, tampilan visual, maupun kesesuaian dengan sintaks Discovery Learning.
Penelitian selanjutnya adalah mampu mengintegrasikan kearifan lokal dengan pembelajaran Biologi. Dengan judul tulisan “Pengembangan Modul Teritegrasi Kearifan Lokal Minangkabau pada Pembelajaran Biologi Siswa Kelas X di SMAN”. Konservasi sumber daya alam berbasis adat, seperti: Rimbo Larangan, fungsi ekosistem Sawah Berundak, dan praktik Batobo sebagai bentuk pertanian berkelanjutan dapat menjaga keseimbangan lingkungan adalah bentuk integrasi nilai-nilai budaya Minangkabau pada pembelajaran Biologi seperti sistem pertanian, pelestarian alam, dan struktur sosial masyarakat ke dalam materi ekosistem.
Najmiatul Fajar, M.Pd., dan tim sebagai narasumber kedua menegaskan dalam penelitiannya berjudul “Pengembangan Modul Biologi Berbasis Islam Sains dengan Bantuan Media Augmented Reality (AR) di Kelas XI MAN 2 Tanah Datar” bahwa media Augmented Reality (AR) sebagai sarana pembelajaran interaktif dan inovatif yang mampu memvisualisasikan konsep-konsep Biologi yang abstrak dan kompleks, serta mendorong keterlibatan aktif siswa dalam proses belajar. Teknologi yang menggabungkan dunia nyata dengan elemen-elemen digital secara langsung dapat melihat kolerasi antara ayat-ayat al-Quran materi pelajaran Biologi.
Penelitian Najmiatul yang berjudul “Pengembangan Perangkat Pembelajaran Berbasis Differentiated Instruction Berdasarkan Gaya Belajar Siswa pada Pembelajaran Biologi Kelas XI Kurikulum Merdeka” menuturkan dalam mengoptimalkan minat belajar siswa maka proses merancang rencana pembelajaran, materi, metode, dan penilaian perlu disesuaikan dengan perbedaan kebutuhan, minat, kesiapan, dan gaya belajar siswa.
Diakhir pertemuan virtual, Wakil Dekan bidang Akademik dan Lembaga Prof. Dr. M. Haviz, M.Si., menegaskan bahwa Fakultas Tarbiyah berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas FERR sebagai agenda rutin FTIK. “Diharapkan narasumber mendesain poster alur penelitian yang dipresentasikan dengan baik sehingga dapat menjadi panduan duplikasi bagi narasumber berikutnya”. Tegasnya.
